News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Santri dan Arsitektur Masa Depan Tubaba yang Berkemajuan;Sebuah Refleksi Hari Santri 2026

Santri dan Arsitektur Masa Depan Tubaba yang Berkemajuan;Sebuah Refleksi Hari Santri 2026


Santri dan Arsitektur Masa Depan Tubaba yang Berkemajuan;
Sebuah Refleksi Hari Santri 2026

Oleh: Susilo Aris Nugroho
(Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulang Bawang Barat)

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" di Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang hari ini di peringati adalah cermin besar sekaligus ruang refleksi untuk membaca sejauh mana derap langkah santri dan lembaga pesantren mewarnai, membangun, serta memperkokoh karakter manusia di tanah yang sedang bertransformasi ini.

Jika secara nasional bangsa ini sedang bersiap menyongsong Indonesia Emas 2045, di Tubaba sejatinya telah meletakkan fondasi menuju ke sana melalui falsafah hidup yang mendalam; Nenemo (Nemen, Nedes, Nerimo) serta komitmen menuju Tubaba yang Berkemajuan. Falsafah dan visi ekologis-kebudayaan yang digaungkan oleh Umar Ahmad, mantan Bupati Tubaba dua periode ini mengajarkan satu prinsip fundamental yakni membangun daerah bukan sekadar mendirikan fisik infrastruktur, melainkan membangun jiwa manusianya.


Santri dan pesantren sesungguhnya merupakan wadah alami tempat nilai-nilai Nenemo dihidupkan dan dipraktikkan saban hari.
Pertama,Nemen (Bekerja Keras/Bersungguh-sungguh). Di dalam bilik-bilik pesantren, santri ditempa dengan disiplin tinggi. Mereka bangun sebelum fajar, mengaji, menuntut ilmu, dan berproses tanpa lelah. Santri yang nemen adalah modal utama Tubaba untuk melahirkan generasi tangguh yang tidak cengeng dalam menghadapi perubahan zaman.

Kedua,Nedes (Tahan Banting/Konsisten). Menjadi santri berarti belajar mandiri, jauh dari orang tua, dan adaptif terhadap keterbatasan. Jiwa nedes membentuk ketahanan moral dan mental. Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang melanda Tubaba, karakter ini menjaga santri agar tidak goyah oleh dampak negatif globalisasi, melainkan tetap kokoh di atas fondasi akhlak.

Ketiga, Nerimo (Ikhlas/Bersyukur). Sikap nerimo dalam tradisi pesantren mengajarkan keikhlasan berbakti (tawadhu) dan kerelaan mengabdi untuk kemaslahatan umat. Ini bukan kepasrahan pasif, melainkan keikhlasan sosiologis dimana santri siap ditempatkan di mana saja demi memajukan masyarakat, menjaga harmoni, dan merawat kelestarian alam Tubaba.

*Menjadi Pelopor Peradaban Berkemajuan*

Muhammadiyah, melalui konsep Islam Berkemajuan, menekankan bahwa kesalehan spiritual harus berjalan beriringan dengan kesalehan sosial dan kemajuan intelektual. Santri hari ini tidak boleh gagap zaman. Santri Tubaba harus menjadi jembatan yang menghubungkan tradisi luhur keagamaan dengan tuntutan masa depan.

Umar Ahmad sering mengingatkan kita untuk "pulang ke masa depan"—membawa nilai-nilai kebaikan masa lalu untuk merancang masa depan yang lebih baik. Ketika pesantren di Tubaba mampu melahirkan santri yang menguasai ilmu agama sekaligus adaptif terhadap teknologi, isu lingkungan (jihad ekologi), dan ekonomi kreatif, saat itulah kita sedang mencetak arsitek peradaban.

Secara konkret, santri di Tubaba harus mengambil tiga peran strategis:
1. Benteng Moral: Menepis penyakit sosial, radikalisme, dan degradasi moral.
2. Pelopor Pelestarian Lingkungan: Menjaga harmoni sejalan dengan visi Tubaba sebagai daerah yang menyatu dengan alam.
3. Motor Penggerak: Mendorong literasi digital dan ekonomi berbasis komunitas.


Melalui momentum Hari Santri 2026, atas nama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tubaba kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Mari jadikan pondok pesantren dan lembaga pendidikan di daerah kita sebagai kawah candradimuka yang melahirkan manusia Tubaba seutuhnya, manusia yang berkarakter Nenemo, berwawasan maju, dan berhati suci. Santri adalah pilar penting kekuatan bangsa. Dari Tubaba, kita titipkan doa, peluh, dan kerja keras para santri untuk ikut mengukir sejarah menuju Indonesia Emas 2045.

Selamat Hari Santri Nasional 2026. Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas!

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar