Ku kira
Aku pernah mengira perjalanan paling jauh adalah tentang jarak. Tentang kota-kota yang belum sempat kukunjungi. Tentang jalan-jalan yang belum sempat kulewati. Tentang cakrawala yang belum sempat kusentuh.Namun semakin bertambah usia, aku mulai memahami sesuatu. Bahwa yang paling jauh bukanlah tempat. Melainkan diriku sendiri.
Ada tahun-tahun yang kulewati dengan begitu tergesa. Mengejar hari esok. Mengejar versi hidup yang kupikir akan membuat segalanya terasa cukup.
Sampai tanpa sadar, aku meninggalkan banyak hal di belakang. Ada mimpi yang tertinggal. Ada keberanian yang tertinggal. Ada suara hati yang perlahan tenggelam di antara riuhnya kehidupan. Dan yang paling jauh tertinggal adalah diriku sendiri.
Maka suatu hari,
hidup tidak lagi terasa seperti perjalanan menuju sesuatu. Melainkan perjalanan pulang. Pulang kepada bagian-bagian diri yang pernah hilang. Pulang kepada keheningan yang lama tidak didengar. Pulang kepada hati yang terlalu lama dipaksa berjalan tanpa sempat beristirahat.
Dan ternyata,
pulang ke diri sendiri adalah perjalanan paling jauh yang pernah kutempuh. Sebab jalannya tidak berada di luar sana. Melainkan menembus seluruh luka, seluruh kehilangan, dan seluruh versi diri yang pernah kutinggalkan di sepanjang perjalanan. (Titik)
Posting Komentar