News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Membumikan Kemabruran: Dari Kesalehan Individu Menuju Kesalehan Sosial untuk Tubaba Sejahtera

Membumikan Kemabruran: Dari Kesalehan Individu Menuju Kesalehan Sosial untuk Tubaba Sejahtera


Membumikan Kemabruran: Dari Kesalehan Individu Menuju Kesalehan Sosial untuk Tubaba Sejahtera
 
Oleh: H. Susilo Aris Nugroho, S.Th.I., S.IP.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulang Bawang Barat
 
Panaragan Jaya – Rabu, 17 Juni 2026. Tanah Tulang Bawang Barat (Tubaba) akan kembali diselimuti rasa haru dan bahagia. Sebanyak 147 jamaah haji asal daerah ini telah menyelesaikan ibadah rukun Islam kelima di Tanah Suci. Selamat datang kembali di bumi Ragem Sai Mangi Wawai.
 
Kepulangan ini bukan sekadar akhir dari perjalanan fisik dan spiritual di Mekah serta Madinah. Sebaliknya, ini adalah awal babak baru: ujian krusial untuk menjaga dan membuktikan predikat Haji Mabrur dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
 
Selama di Baitullah, para jamaah telah mengasah kesalehan individu melalui ibadah, zikir, dan taubat. Hal ini sangat berharga untuk membersihkan hati dan memperteguh iman. Namun, Islam mengajarkan bahwa kesalehan tidak boleh berhenti hanya pada ruang pribadi. Kemabruran sejati mengharuskan adanya pergeseran dari kesalehan individu menuju kesalehan sosial. Nilai kedamaian, kerendahan hati, dan persaudaraan yang dirasakan selama beribadah harus berubah menjadi energi positif yang menggerakkan lingkungan sekitar.
 
Di Tubaba, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) hadir sebagai wadah untuk memelihara kualitas kemabruran sepanjang hayat serta menggerakkan potensi jamaah di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan keagamaan. Ciri utama haji yang mabrur adalah kepedulian yang mendalam terhadap nasib sesama, terutama mereka yang lemah secara ekonomi maupun sosial.
 
Dalam pandangan Muhammadiyah, transformasi ini berlandaskan pada Teologi Al-Ma’un yang diajarkan oleh KH. Ahmad Dahlan. Surah Al-Ma’un mengingatkan agar kita tidak tergolong orang yang mendustakan agama karena mengabaikan anak yatim dan enggan menolong orang miskin. Suksesnya ibadah haji tidak diukur dari gelar di depan nama atau kebiasaan berpakaian, melainkan dari kepekaan mendengar kesusahan tetangga, kecepatan menolong anak putus sekolah, dan kepedulian terhadap keadilan sosial di Tubaba.
 
Untuk menyalurkan semangat ini secara efektif, tersedia wadah yang terstruktur dan terpercaya. Melalui Lazismu serta Baznas, para jamaah dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk mengentaskan kemiskinan, memajukan pendidikan, memperkuat usaha mikro, serta mendukung fasilitas kesehatan. Sebagai orang yang diberi kelapangan rezeki untuk beribadah, para jamaah diharapkan menjadi pelopor dan mitra strategis gerakan kemanusiaan ini.
 
Tubaba memiliki cita-cita membangun daerah yang maju secara infrastruktur sekaligus luhur secara budaya dan spiritual. Kesejahteraan sejati terwujud ketika pertumbuhan daerah diiringi dengan solidaritas sosial yang kuat. Jika setiap jamaah haji mampu menyatukan kesalehan pribadi dengan semangat Teologi Al-Ma’un, maka mereka akan menjadi agen perubahan. Dengan demikian, Tubaba akan melangkah menjadi daerah yang makmur, adil, dan diridai Allah SWT (Baldatun Tayyibatun Wa Rabbun Ghafur).
 
Mari jaga lentera kemabruran agar tetap menyala terang. Jadilah “alumni” haji yang membawa kesejukan, keteladanan, dan pemberdayaan bagi sesama. Bersama Muhammadiyah dan Lazismu, buktikan bahwa haji kita adalah ibadah yang menggerakkan, membebaskan, dan menyejahterakan umat. (*)
 
 
 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar