Manusia Spesies Paling Gila, Menyembah Tuhan Yang Tak Terlihat Dan Menghancurkan Alam Yang Terlihat
Manusia sering menyebut dirinya makhluk berakal, namun justru di sanalah paradoks itu bersemayam. Ia mampu membayangkan Tuhan yang tak kasatmata, menyusun doa dengan bahasa yang halus, dan menamai keyakinannya sebagai puncak kesadaran. Tetapi pada saat yang sama, ia merobek bumi yang dipijaknya, menebang hutan yang memberinya napas, dan mencemari laut yang menopang kehidupannya. Seolah iman hanya urusan langit, sementara bumi boleh diperlakukan tanpa nurani.Kegilaan ini bukan karena manusia tidak tahu, melainkan karena ia memilih lupa. Alam dipandang sebagai objek, bukan sebagai tanda. Gunung dilihat sebagai sumber tambang, sungai sebagai saluran limbah, dan tanah sebagai komoditas. Padahal di sanalah jejak penciptaan terhampar dengan sunyi dan setia. Jika Tuhan dipercaya sebagai pencipta, maka alam adalah bahasa-Nya yang paling jujur.
Ironisnya, manusia berdoa agar diselamatkan, sambil merusak sistem yang menopang keselamatannya. Ia berharap keajaiban turun dari langit, tanpa bersedia menjaga mukjizat yang telah ada di hadapannya. Barangkali yang perlu dipulihkan bukan hanya hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungannya dengan ciptaan. Sebab menghormati Tuhan tanpa merawat ciptaan hanyalah ibadah yang terputus makna. Dan mungkin, kesalehan sejati dimulai ketika manusia belajar menundukkan egonya di hadapan alam yang ia hancurkan.(Salamwaras)
#LogosLogiskakjaz#
Posting Komentar