News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Cinta bukan sekadar menemukan siapa yang paling diinginkan, Melainkan memilih untuk merawat siapa yang hadir

Cinta bukan sekadar menemukan siapa yang paling diinginkan, Melainkan memilih untuk merawat siapa yang hadir

Jika seorang lelaki tidak menemukan perempuan yang dia cintai, dia akan mencintai perempuan yang dia temukan. Kalimat ini sekilas terdengar seperti kompromi, padahal ia menyimpan lapisan makna tentang cara manusia bertahan hidup di tengah keterbatasan pilihan. Cinta, dalam banyak hal, bukan hanya peristiwa emosional, melainkan mekanisme batin untuk memberi makna pada keberadaan.

Seorang lelaki tumbuh dengan bayangan tentang sosok ideal. Ia membangun harapan dari cerita, pengalaman, dan luka yang perlahan membentuk definisi cintanya. Namun dunia jarang tunduk pada definisi itu. Waktu berjalan, kesempatan berlalu, dan realitas menghadirkan sosok yang tidak sepenuhnya sesuai dengan gambaran awal. Di titik inilah batin diuji. Apakah cinta harus selalu menunggu kesempurnaan, ataukah ia dapat tumbuh dari kehadiran yang nyata.

Mencintai perempuan yang ditemui bukan berarti mengkhianati cinta sejati. Sering kali, itu adalah bentuk kebijaksanaan eksistensial. Lelaki belajar bahwa cinta tidak selalu ditemukan, tetapi kadang diciptakan. Ia tumbuh dari kebersamaan, dari percakapan yang jujur, dari penerimaan atas ketidaksempurnaan. Dalam proses itu, cinta berhenti menjadi mimpi dan berubah menjadi keputusan.

Maka cinta bukan sekadar menemukan siapa yang paling diinginkan, melainkan memilih untuk merawat siapa yang hadir. Di sanalah cinta menjadi nyata, membumi, dan memberi makna pada hidup yang terus bergerak.

#LogosLogis

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar