Lampung Bergerak Maju: Kolaborasi Kuat Dorong Hilirisasi, Siap Jadi Pusat Industri Agro Nasional!
Lampung Bergerak Maju: Kolaborasi Kuat Dorong Hilirisasi, Siap Jadi Pusat Industri Agro Nasional
Bandar Lampung – Ekonomi Lampung menunjukkan taringnya! Dengan pertumbuhan 5,09% di triwulan II 2025, melampaui rata-rata Sumatera, Lampung membuktikan diri sebagai kekuatan ekonomi yang patut diperhitungkan. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal melalui Staf Ahli Bani Ispriyanto menegaskan, Lampung siap menjadi pusat industri agro nasional melalui hilirisasi komoditas unggulan.
Dalam forum yang diadakan Bank Indonesia Perwakilan Lampung, terungkap bahwa hilirisasi adalah kunci untuk memperkuat ekonomi Lampung. Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan akan diolah menjadi produk bernilai tinggi, bukan hanya sekadar bahan mentah.
Pemprov Lampung telah bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan alat-alat pertanian kepada kelompok tani dan UMKM. Dukungan pembiayaan juga terus digenjot melalui KUR, dana desa, dan koperasi. Semua ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas petani dan UMKM.
"Keberhasilan hilirisasi butuh sinergi dari semua pihak," tegas Bani. Pemerintah pusat, provinsi, desa, dunia usaha, akademisi, dan perbankan harus bersatu padu mewujudkan visi ini.
Gubernur optimis, dengan strategi yang tepat, Lampung akan bertransformasi menjadi pusat industri agro yang inklusif dan berkelanjutan. Hilirisasi akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang membawa kesejahteraan bagi petani, kemajuan industri, dan daya saing global.
Talkshow yang dimoderatori Jessica Wulandari dari Metro TV menghadirkan narasumber berkompeten seperti Kepala BI Lampung Bimo Epyanto, pejabat Kementerian Perindustrian Yulia Astuti, serta perwakilan dari PT. Great Giant Pineapple dan PT. Sumber Karunia Alam. Diskusi mendalam ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk pembangunan daerah.
Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian BAPPEDA Lampung, Ridwan Saifuddin, menambahkan bahwa hilirisasi sejalan dengan RPJMD dan RPJPD Lampung. Pertanian menjadi basis utama, dengan harapan meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.
Subhan Siafari dari Dinas Perkebunan Provinsi Lampung menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan produktivitas dan populasi tanaman perkebunan, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.
Arivina Ratih dari Universitas Lampung memberikan pandangan akademis bahwa hilirisasi adalah tentang memberdayakan sumber daya untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. Iklim investasi, pendidikan, dan implementasi kebijakan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Semua pihak sepakat bahwa sinergi, strategi, dan komitmen adalah kunci untuk mewujudkan hilirisasi yang sukses di Lampung. Mari kita jadikan Lampung sebagai contoh sukses hilirisasi di Indonesia.(*)
Posting Komentar