PAISOL MENUJU PROVINSI PEMILU 2024 Oleh : Ahmad Basri Ketua K3PP Tubaba

PAISOL MENUJU PROVINSI PEMILU 2024 
Oleh : Ahmad Basri Ketua K3PP Tubaba

Geliat menjelang pemilu 2024 khususnya diranah perebutan kursi legislatif 2024 di kabupaten Tubaba tidak hanya bayangan yang diikuti oleh kehadiran wajah - wajah lama, namun wajah - wajah pendatang baru juga menghiasi ritual perhelatan pesta demokrasi lima tahun sekali.

Wajah - wajah pendatang baru ini, ada yang memang serius menyiapkan dirinya sejak dini dengan berbagai macam kegiatan sosialisasi pengenalan diri. Minimal dengan pengenalan melalui media spanduk, spanduk atau mempromosikan dirinya melalui jalur media komunikasi. Tapi ada juga caleg yang hanya sebatas menjadi peserta penggembira dalan pemilu 2024. 

Pemilu legislatif 2024 agak sedikit berbeda dengan pemilu 2019 lalu. Pemilu legislatif 2024 merebut kursi 35 dewan yang sebelumnya hanya 30 kursi.

Penambahan atau penambahan 5 kursi dewan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk yang meningkat dalam beberapa tahun ini. Hal ini tentu saja secara politik memberi dampak positif “gairah” masyarakat ikut berebut menjadi caleg. 

Di prediksi mayoritas wajah - wajah baru - pendatang baru ini akan menghiasi kursi 35 dewan. Sedangkan wajah lama yang mungkin masih akan bertahan tidak kurang 8 - 10 orang. 

Mereka yang sudah dikenal masyarakat dan memiliki kedekatan dengan basis massa. Ini merupakan satu modal besar politik bagi mereka untuk dapat terpilih kembali pada pemilu 2024.

Partai besar seperti Demokrat, Nasdem, Gerindra dan PDIP diperkirakan masih mendominasi kursi 35 dewan. 

Paling " seksi " tentu perebutan ketua ketua dewan, setidaknya masih tetap menjadi primadona perebutan partai besar tersebut. Pemenang pemilu suara terbesar anggota dewan secara otomatis akan menjadi ketua dewan. 

Setidaknya ada yang menarik di pemilu legislatif 2024 iniAda satu sosok anggota dewan ( Paisol ) yang tidak lagi mencalonkan diri di kursi dewan Tubaba, namun mencalonkan diri di tingkat provinsi. Ketua komisi 3 dewan Tubaba dari Partai Demokrat ini akan memperebutkan kursi legislatif Provinsi di dapil VI ( Tubaba, Tuba, Mesuji ). 

Dua kali terpilih sebagai dewan legislatif Tubaba ( DPRD Tubaba ) dari Partai Demokrat, tentu menjadi satu modal besar bagi seorang Paisol untuk maju dan bersaing dengan kandidat lainnya. Tantangan terbesar Paisol setidaknya harus mampu meraup suara minimal 40.000 untuk bisa duduk sebagai anggota legislatif Provinsi.

Hemat penulis, dengan tingkat elektabilitas populasi yang cukup tinggi di atas rata - rata bisa jadi langkah menuju Provinsi Lampung sebagai legislatif akan tercapai pada tahun 2024. Pencapaian ini sesuatu yang realistis tentunya, karena selain tingkat kepribadian personal calegnya sendiri, yang sudah teruji memiliki modal awal dua kali terpilih menjadi anggota dewan. Dan juga didukung oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat yang semakin meningkat menjelang pemilu 2024.

Perlu diingat bahwa dapil VI ( Tubaba, Tuba, Mesuji ) merebutkan 10 kursi legislatif, total keseluruhan kursi legislatif Provinsi 85 kursi, total jumlah ada VIII dapil secara keseluruhan, yang tersebar di 13 kabupaten / kota dan jumlah penduduk provinsi lampung pada tahun2023 telah 9 juta lebih.

Menjadi catatan khusus dan menarik sebelum berkarir di Partai Demokrat dua kali periodik sebagai anggota DPRD Tubaba, sesungguhnya Paisol telah terlebih dahulu menjadi anggota dewan dari PKPB Tuba. Pengalaman politik pria kelahiran tiyuh Panaragan 50 tahun silam, yang murah senyum ini tentu tidak meragukan lagi jika terpilih sebagai anggota legislatif Provinsi Lampung 2024. (Jazuli)
 

Belum ada Komentar untuk "PAISOL MENUJU PROVINSI PEMILU 2024 Oleh : Ahmad Basri Ketua K3PP Tubaba"

Posting Komentar

META TV